12 Cara Mengatasi Produk yang Tidak Laku di Pasaran

Khawatir banyak produk tidak laku sering kali jadi masalah pertama yang dialami pelaku bisnis. Karena jika produk mulai tidak ada peminat dan menumpuk di dalam gudang, tentu akan merugikan sebuah bisnis.

Walaupun masalah ini tergolong umum dalam sebuah usaha. Tapi sebagai pemilik bisnis, tentu harus memulai langkah antisipasi. Langkah apa saja yang sebaiknya pemilik usaha lakukan akan kita bahas pada artikel kali ini.

1. Analisis Penyebab Produk Tidak Laku

Sebelum masuk ke dalam langkah antisipasi mengatasi permasalahan produk yang tidak laku. Mari kita bahas apa saja kemungkinan penyebab adanya stagnansi pada produk Anda. Dengan mengetahui beberapa faktor ini, masalah serupa dapat diurangi pada masa mendatang.

Pertama, Anda harus mengevaluasi, apakah kualitas produk anda yang tidak laku tersebut memiliki masalah? Anda bisa melakukan evaluasi berdasarkan ulasan, feedback, dan review dari customer sebelumnya. Anda bahkan bisa membuat form khusus feedback saran / kritik pelanggan terkait ketidakpuasan para pembeli atas layanan dan kualitas produk yang anda jual atau tawarkan.

Jika Anda menemukan adanya keluhan mengenai kualitas yang buruk, maka lakukan evaluasi produk sesegera mungkin. Jika Anda memproduksi sendiri, maka usahakan untuk memperbaikinya. Namun, jika Anda membeli dari pihak lain, maka bicarakan dengan baik atau cari pemasok produk lain yang lebih terpercaya.

Selain mencari tahu tentang kualitas produk, Anda juga harus memikirkan kemungkinan lain. Bagaimana promosi produk yang sudah ada selama ini? Apakah promosi yang sudah ada kurang efektif atau salah metode? Karena dengan melakukan evaluasi ini, Anda dapat mengetahui bottleneck dari produk yang tidak laku tersebut.

Seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali metode promosi agar produk mulai dikenali masyarakat dan penjualan kian meningkat.

Kemudian, bagaimana dengan target pasar? Apakah produk yang Anda tawarkan banyak peminatnya? Lihat juga bagaimana cara kompetitor dalam memasarkan produk serupa, amati, tiru, dan modifikasi caranya.

2. Perbaiki Deskripsi dan Foto Produk

Dalam sebuah bisnis, foto marketing produk, display, headline/judul, hingga deskripsi produk sangatlah penting. Jika tidak disajikan dengan lengkap, menarik, dan relevan dengan pencarian customer di Internet, maka peminat barang yang Anda pasarkan akan berkurang dan susah ditemukan.

Posisikan diri anda sebagai pembeli, dan lihat bagaimana foto produk yang terpajang, apakah membuat minat anda untuk membeli muncul? Jika tidak, maka ada yang salah pada foto tersebut. Entah itu kurang pencahayaan, letak yang tidak proporsional, bahkan bisa Anda tambah dengan video singkat agar konsumen bisa menilai lebih jelas.

Jangan lupakan juga bagaimana Anda memberikan deskripsi produk. Misalnya keunggulannya, fitur, bahan, ukuran dan hal lain yang mungkin ingin diketahui pembeli. Membuat deskripsi semakin lengkap dengan bahasa yang mudah pembeli pahami bisa meningkatkan angka penjualan.

3. Lakukan Rebranding Produk

Jika dua langkah yang sudah kita bahas pada poin sebelumnya teratasi, maka saatnya rebranding produk. Mengubah citra konsumen terhadap produk Anda yang kurang peminat bisa mengatasi masalah produk yang tidak laku.

Packaging atau kemasan juga memiliki peranan penting. Kemasan menarik akan menambah minat para pembeli. Tidak hanya menarik saja, tapi pastikan aman juga ya! Agar barang dapat sampai ke tangan pembeli dengan aman.

Mengubah citra produk sebenarnya gampang-gampang susah. Salah satu metode paling ampuh adalah mengikuti tren terkini. Misalnya mengenalkan kembali citra produk melalui ide-ide konten yang viral.

4. Terapkan Strategi Diskon dan Bundling

Tahukah anda dengan mencampur beberapa produk yang laris dan kurang laris bisa menjadi pilihan terbaik. Anggap saja barang yang nantinya konsumen dapat adalah bentuk “hadiah” walaupun sebenarnya teknik pemasaran barang kurang laku. Tapi tetap saja, metode ini banyak peminatnya.

Siapa sih yang tidak suka dengan produk gratisan? Walaupun mungkin yang gratis terkesan kurang peminat. Tetap saja, strategi ini menguntungkan.

Coba pilih dua jenis barang yang laris manis. Kemudian, jadikan produk yang kurang banyak peminatnya sebagai bonus jika membeli dalam bentuk paket alias bundling. Cara ini juga mempermudah penjualan, memperkenalkan produk yang kurang laku ke konsumen dan membuat modal selalu berputar dalam bisnis.

Anda bisa membuat dua atau lebih banyak gabungan produk untuk metode ini. Tapi sebaiknya jangan asal-asalan menggabungkan produk ya! Coba cari yang saling berhubungan agar konsumen memang tertarik membelinya. Contohnya seperti produk bundling kopi Torabika dan biskuit Malkist.

5. Manfaatkan Flash Sale dan Promo Online

Promo online selalu menjadi incaran para pembeli. Sebaiknya strategi ini juga Anda pertimbangkan agar produk Anda laris manis.

Kini tren jualan online melalui marketplace dan media sosial bukan hal yang baru. Jika sebelumnya Anda hanya menggunakan satu platform digital saja, cobalah menggunakan lebih banyak media/channel. Bukalah akun di berbagai platform marketplace terpercaya dan jangan lupa untuk tetap eksis di berbagai akun media sosial, ya!

Melalui beberapa akun jualan online, Anda bisa menerapkan diskon. Misalnya, dengan event tanggal kembar setiap bulan. Jangan lupa, tentukan batas waktu! Agar pembeli berminat dan segera mengambil barang incarannya.

6. Cari Pasar Baru untuk Produk

Mengubah segmen pasar bukan hal yang mustahil. Daripada mendapati produk stagnan, ada baiknya memilih opsi lanjutan.

Jika selama ini target pasar Anda adalah Business to Customer (B2C). Maka Anda bisa mengakali dengan mengubahnya menjadi Business to Business (B2B) alias menjadi pemasok atau melakukan transaksi dengan skala lebih luas.

Anda juga bisa melebarkan opsi bisnis dengan mengubah atau menambahkan target usia konsumen. Bahkan, bisa dengan menambahkan opsi pengiriman jarak jauh. Tidak hanya itu, menambah cabang atau pindah lokasi strategis juga layak Anda coba.

8. Lakukan Penyesuaian Harga

Faktor harga sering kali menjadi penyebab barang dagangan tidak laku. Jadi, mari sesuaikan harga pasaran untuk meningkatkan pembelian.

Harga jual tinggi dan untung besar adalah mimpi semua pengusaha. Tapi, anda juga harus melihat bagaimana daya beli dan kemampuan rata-rata konsumen. Menyesuaikan harga dengan kemampuan finansial konsumen membuat apa yang Anda tawarkan lebih mudah mereka dapatkan.

Lihat beberapa kompetitor yang berhasil menjual produk serupa. Bagaimana harga yang mereka tetapkan? Menentukan harga yang bersaing akan membuat pelanggan tetap mempertimbangkan pembelian pada Anda.

9. Gunakan Influencer atau KOL Marketing

Menggunakan jasa influencer atau pakar yang disukai publik akan membangun kepercayaan para konsumen. Jasa endorse atau promosi terselubung dan kerja sama banyak menguntungkan bagi bisnis.

Dalam memilih influencer yang anda ajak kerjasama juga tidak hanya yang viral dan populer saja. Tapi usahakan kontennya relevan dengan bisnis yang akan Anda promosikan.

Selain menggunakan jasa endorsement, Anda juga bisa menggunakan strategi KOL. Key Opinion Leader (KOL) menggunakan layanan para ahli terkait produk yang akan Anda promosikan. Misalnya, dokter viral untuk produk kesehatan bisa membuat masyarakat lebih banyak mengenali serta percaya akan produk tersebut.

10. Ubah Fungsi atau Inovasi Produk

Salah satu upaya lainnya adalah agar produk lama kembali menarik dengan adanya inovasi. Inovasi atau pembaruan ini membuat konsumen melirik kembali keunggulan terbaru yang Anda siapkan.

Tidak terlalu sulit melakukan inovasi produk. Amati apa saja yang biasanya konsumen harapkan dari produk tersebut, namun belum Anda tawarkan? Melihat kebutuhan konsumen bisa meningkatkan daya beli di kemudian hari.

Daripada membeli banyak produk, orang-orang lebih suka mendapatkan satu produk ajaib dengan berbagai manfaat. Maka jangan lupa agar terus berinovasi dan menambahkan berbagai fitur serta kelebihan menarik pada produk Anda.

11. Evaluasi Distribusi dan Saluran Penjualan

Beberapa langkah terakhir untuk mengatasi stagnansi adalah evaluasi metode penjualan.

Seperti yang kita bahas pada poin kelima, carilah marketplace yang terpercaya dan banyak konsumen gunakan. Coba perhatikan penempatan penjualan anda apakah ada pada tempat online yang cocok?

Jika penjualan online masih belum efektif. Tidak ada salahnya memperluas lokasi jualan offline. Begitu juga dengan metode kerja sama ritel lokal.

12. Gunakan Produk sebagai Konten Edukasi atau Promosi

Solusi terakhir adalah menggunakan trik edukasi. Walaupun sebenarnya tujuan tersembunyi, tetap untuk memasarkan produk.

Ketahui jenis produk Anda. Ada banyak yang bisa Anda angkat sebagai metode edukasi. Misalnya, beberapa tips menarik terkait manfaat produk.

Memberikan edukasi terkait produk bisa menggunakan tim, model, ataupun para pakar bidang terkait. Usahakan konten edukasi ini Anda siapkan sebaik mungkin agar promosi tetap terlaksana dan konsumen mulai mengenalinya.

Kesimpulan

Apapun jenis produk yang tidak laku tetap bisa Anda pasarkan kembali. Ketahui penyebab produk tidak diminati. Amati, tiru dan modifikasi cara yang dilakukan oleh kompetitor. Semua masalah stagnasi produk bisa teratasi jika Anda melakukan evaluasi lebih awal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top